Foto : Sumono Kades Wagir Lor Hadiri Gelaran Connect Fest Mahasiswa UIN Ponorogo, Sabtu (8/8/2026).
PONOROGO I wagirlorngebel.id – Suasana meriah mewarnai Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, melalui gelaran Connect Fest yang diselenggarakan mahasiswa KPM Persemakmuran 01. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian penutup pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) mahasiswa di Desa Wagir Lor.
Connect Fest menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari penampilan kesenian Reog Ponorogo, bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pertunjukan unik dengan menampilkan sembilan dadak merak.

Penampilan sembilan dadak merak menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Pertunjukan kesenian khas Ponorogo itu tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KPM untuk mengangkat potensi budaya lokal selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Selain pertunjukan seni, bazar UMKM turut memberikan ruang bagi pelaku usaha masyarakat untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada warga yang hadir. Kehadiran bazar tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap potensi ekonomi masyarakat Desa Wagir Lor.
Kepala Desa Wagir Lor, Sumono, menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa KPM Persemakmuran 01 yang telah melaksanakan berbagai kegiatan selama berada di desa tersebut.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KPM Persemakmuran 01. Selama berada di Wagir Lor, mereka tidak hanya menjalankan program, tetapi juga ikut berbaur dan membangun kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Sumono, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, gelaran Connect Fest menjadi penutup yang positif karena mampu mempertemukan mahasiswa, pemerintah desa, pelaku UMKM, pelaku seni, dan masyarakat dalam satu kegiatan.
“Connect Fest ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KPM dengan masyarakat. Kami berharap pengalaman dan kebersamaan yang sudah terbangun selama KPM dapat menjadi kenangan yang baik, dan apa yang sudah dilakukan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Wagir Lor,” lanjutnya.
Sumono juga berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaan KPM dapat terus dijaga meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Sementara itu, rangkaian pertunjukan Reog dan sembilan dadak merak mendapat perhatian masyarakat yang hadir. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan sekaligus memperkenalkan dan menjaga keberadaan kesenian tradisional Ponorogo di tengah masyarakat.
Gelaran Connect Fest akhirnya menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan KPM Persemakmuran 01 di Desa Wagir Lor. Penutupan tersebut tidak hanya menjadi akhir dari program pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat selama menjalankan berbagai kegiatan di desa.
- Reporter : Media Center.












