Larungan Telaga Ngebel 2026: Melestarikan Tradisi Adat, Memperkuat Rasa Syukur dan Kebersamaan

  • Bagikan

Foto : Larungan Telaga Ngebel 2026: Melestarikan Tradisi Adat, Memperkuat Rasa Syukur dan Kebersamaan, Senin (01/6/2026). 

PONOROGO I wagirlorngebel.id – Larungan Telaga Ngebel merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Ponorogo yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026 ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang telah diberikan.

Melalui prosesi Larungan Telaga Ngebel, masyarakat memanjatkan doa dan harapan agar kehidupan senantiasa diliputi kedamaian, ketenteraman, kesejahteraan, serta keberkahan. Tradisi ini sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat identitas budaya masyarakat di kawasan Ngebel dan Kabupaten Ponorogo pada umumnya.

Rangkaian kegiatan Larungan Telaga Ngebel diawali dengan Lampah Ratri Obor Sewu pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Prosesi ini menghadirkan suasana khidmat dan penuh makna melalui arak-arakan obor yang menjadi simbol semangat, harapan, dan penerangan menuju kehidupan yang lebih baik.

Selanjutnya, pada Selasa, 16 Juni 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, akan dilaksanakan prosesi Larungan Telaga Ngebel, sebuah tradisi sakral masyarakat Ponorogo yang digelar setiap 1 Suro (1 Muharram). Prosesi ini menjadi puncak peringatan tahun baru Islam yang sarat dengan nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan.

Mari hadir dan menjadi bagian dari kemeriahan Larungan Telaga Ngebel dalam rangka Grebeg Suro 2026. Bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mewariskan tradisi luhur sebagai kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo.

  • Reporter : Media Center. 
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *